Niat Berbuat Baik di Tengah Pandemi Pria Berhelm Tiba-tiba Bayari Semua Orang yang Antre di Kasir

Niat Berbuat Baik di Tengah Pandemi Pria Berhelm Tiba-tiba Bayari Semua Orang yang Antre di Kasir

Seorang pria berhelm tiba tiba membayari semua orang yang tengah antre di kasir supermarket Food 4 Less. Peristiwa itu terjadi di Kota Victorville, California, Amerika Serikat, Jumat (9/5/2020). Awalnya, jurnalis situs berita , Austin Lopez tengah berbelanja kebutuhan pokok di Food 4 Less.

Austin tengah menunggu antrean di kasir hingga tiba tiba seorang pria yang mengenakan helm mendekatinya dan orang orang lainnya. Pria itu berkata kepada orang orang yang tengah antre, ia akan mentraktir seluruh pembelian mereka. "Dia menjelaskan padaku, ia ingin membawa keberkatan untuk orang orang hari ini," ungkap Austin.

Austin sempat bertanya apa pekerjaan pria itu yang ternyata adalah seorang tentara. Pria itu mengaku tengah dalam perjalanan militernya. Tak hanya membayar belanjaan orang orang, pria itu juga mendoakan mereka.

"Dia bilang 'Kita semua sedang dalam masa sulit' dan itulah kenapa dia melakukan kebiakan ini," UJAR Austin. Austin menyebut banyak orang yang sangat tersentuh dengan kebaikan hati pria berhelm itu dan mendoakan segala kebaikan untuknya. Selain pria berhelm, pria bernama Allen Marshall juga mentraktir orang orang di tengah pandemi corona.

Ia sampai merelakan tabungannya senilai 900 dolar AS atau sekitar Rp 14 juta. Marshall yang berasal dari Detroit, Michigan, AS, mengkhususkan bantuannya untuk tenaga medis guna membeli bensin. Marshall berdiri di pom bensin dekat Pusat Medis Detroit sambil membawa tulisan bersar 'BENSIN GRATIS UNTUK TENAGA MEDIS'.

Ia mengaku mencintai orang orang yang sudah berjuang di garda depan di tengah pandemi corona ini. "Aku mencintai mereka dan aku ingin mereka tahu itu," ujar Marshall. Imran Al Samet, pekerja di pom bensin itu menceritakan, setiap Rabu hingga Kamis itu Marshall membelikan bensin untuk 50 hingga 80 orang.

"Ada banyak orang yang datang," ungkap Al Samet. Al Samet tidak bisa banyak berinteraksi denganpara tenaga medis lantaran harus jaga jarak. Sehingga ia tidak mengetahui bagaimana ekspresi wajah mereka.

Namun Al Samet yakin, orang orang itu senang dengan kebaikan Marshall. "Mereka bahagia dengan pemberian itu," ungkap Al Samet. Seorang suster yang dibelikan bensin oleh Marshall merasa sangat senang.

"Ya Tuhan, dia baik sekali," ujar suster itu. "Tindakannya begitu baik. Semoga Tuhan memberkatinya," ungkap yang lainnya. Setelah uang Marshall habis, ia tetap berdiri di pom bensin itu, tapi dengan papan yang ia balik.

Ternyata di balik papan itu ada tulisan 'TERIMA KASIH ATAS SEMUA YANG SUDAH KALIAN LAKUKAN'. Sementara itu, Marshall bercerita, sebenarnya uang tabungan itu ingin ia belikan pengasah pisau.

Uncategorized